Minggu, 26 November 2017

KARPET MASJID TEBAL CUSTOM DESIGN

KARPET MASJID TEBAL CUSTOM DESIGN

Karpet Masjid Handmade ini kami produksi sendiri dengan bahan berkualitas dan diproses secara professional. Produk ini telah sukses menjadi Produk Best Seller  5 tahun berturut-turut.
Awalnya karpet jenis ini banyak dipakai di hotel-hotel / ballroom-ballroom, namun saat ini banyak dipakai di masjid-masjid karena kualitas karpet jenis ini tebal dan lembut.

Pilihan bahan yang digunakan ada 2, yaitu :

  1. Benang Acrylic
  2. Benang Wool New Zealand

Spesifikasi Karpet Handmade Custom Design :

  • Bahan : Wool / Acrylic
  • Tebal : 10 mm / 16 mm
  • Motif & Warna bisa disesuaikan dengan permintaan / keinginan Customer.

Kelebihan Karpet  Handmade Custom Design :

  • Karpet bisa diberi logo masjid besar dibawah lampu gantung.
  • Desain disesuaikan dengan permintaan, polos / bintik / klasik, dll
  • Gratis biaya pemasangan di seluruh Indonesia
  • Bisa dibuat miring jika arah kiblat miring, sehingga tidak ada karpet yang terbuang sia-sia.
Sebelum proses produksi, kami akan membuat design sesuai permintaan dan harus ditandatangani oleh customer. Adapun lama pengerjaan tergantung jumlah pesanan, namun rata-rata lama pengerjaan hanya 30 hari atau 1 bulan.

Contoh Design Karpet Handmade Custom Design :

klik link dibawah ini untuk melihat contohnya ..
http://hjkarpet.com/2016/06/karpet-masjid-custom-design/

PABRIK KARPET HANDMADE

HJKARPET – Pusat Karpet Terbaik dan Terlengkap di Indonesia

Hernadhi Jaya Karpet berawal dari Toko Karpet Kecil yang beralamat di Pertokoan Marrakash Square Pondok Ungu Permai, Bekasi yang menjual berbagai macam merk Karpet, serta kebutuhan interior Kantor dan rumah tangga lainnya.
Sejarah hjkarpet dimulai pada tahun 2005, dengan usaha keras pemiliknya Heru Purnomo (sarjana elektro yang kemudian banting setir menjadi pedagang karpet) alhamdulillah bisa berjalan dengan baik sampai sekarang. Hjkarpet saat ini sudah memiliki beberapa Outlet – outlet Karpet di beberapa kota besar di Pulau Jawa.
Dengan sistem yang kami kelola, kami sudah mempunyai 4000 lebih distributor tetap di seluruh Indonesia, yang mengaku telah mendapatkan penghasilan lebih dengan menjual karpet dari kami, Selain itu, kami juga menerapkan prinsip kekeluargaan yang membuat hubungan kerja menjadi lebih efektif dan fleksibel.
Kami juga menerapkan sistem Bagi Hasil untuk pemodal yang ingin bekerjasama dengan kami. Dan nantinya akan ditangani secara online lewat Pusat. Tentunya dengan perjanjian kesepakatan yang sangat menguntungkan kedua pihak.
Misi perusahaan kami sebenarnya tidak semata-mata untuk mecari keuntungan saja, tetapi juga untuk pemberdayaan masyarakat yang bingung mencari pekerjaan. Kami ingin mengajak masyarakat untuk percaya bahwa mencari rejeki ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan bermodalkan Starter Kit dari kami saja, sudah bisa mencari penghasilan sendiri tanpa mengeluarkan banyak modal, apalagi bila ditekuni dengan baik, anda pasti bisa memiliki Outlet-Outlet Karpet di daerah.
Kami mengajak anda untuk ikut bergabung menjadi Distributor kami untuk dapat mendapatkan penghasilan tambahan dari penjualan karpet. Apabila anda menginginkan membuka cabang dengan sistem kerjasama, silahkan hubungi kami di 081 317 414 739
Jika Anda menyangka kami terlalu melebih-lebihkan, tetapi sesungguhnya apa yang kami utarakan ini adalah kenyataan yang sudah dibuktikan oleh banyak Distributor yang sudah memiliki Outlet-outlet karpet sendiri di daerahnya. Dan kepercayaan adalah prinsip kami dalam menjalankan usaha ini.
Berikut ini adalah sebuah film pendek yang berjudul “Perintis” yang diangkat dari Sejarah perjalanan Heru Purnomo, ST dalam merintis HJKARPET sampai besar seperti sekarang.

KARPET MASJID HANDMADE

 BALI- Kebudayaan umat Hindu di Pulau Bali melekat dari dulu kala. Namun, jejak peradaban Islam di sana masih ada bukti sejarahnya berupa masjid di selatan Bali.

Masjid ini bernama Masjid Agung Asasuttaqwa. Letak persisnya ada di Jalan Waringin, Kampung Bugis Tuban, Kuta, Kabupaten Badung. detikTravel berkunjung ke sana pada awal Ramadan lalu.

Ketua Takmir masjid tersebut, Haji Hanafi, menceritakan perkembangan Islam di Bali terutama bagian selatan, diyakininya bermula dari kampung ini. Tak sekonyong-konyong menjadi masjid, dulu, masjid itu berupa musala atau warga setempat menyebutnya langgar.

Para pelaut dari Suku Bugis lah yang membawa Islam ke Pulau Dewata. Mereka yang berlayar dari Makassar, Sulawesi Selatan sekitar abad ke-17. Kapal-kapal para saudagar ini bersandar di Kampung Tuban.

Saudagar-saudagar Bugis sedianya akan berdagang di Bali. Mereka membawa rempah-rempah, besi, kain, dan berbagai porselin untuk ditukar dengan beras, kopi, dan kelapa dari Kerajaan Badung.

Pada perkembangan selanjutnya, warga Bugis yang menetap di Kampung Tuban pun menyebarkan dakwah Islam di wilayah itu. Ketika Raja Badung perang melawan Mengwi, sang raja meminta bantuan pada rakyat Bugis. Singkat cerita kemenangan pun diperoleh.

Oleh karena kemenangan itu atas bantuan dari warga Bugis, Raja Badung memberikan hadiah berupa lokasi ibadah dan tempat pekuburan Islam bagi warga Bugis. Setelahnya, pada tahun 1890 baru diketahui adanya tempat ibadah berupa langgar untuk pertama kali.

"Dulu pas pertama dibangun tidak berbentuk masjid tapi sebuah langgar. Baru pada tahun 1932 lalu dibangun menjadi masjid hingga sekarang," kata Hanafi.

Hal itu ditandai dengan adanya langgar seukuran 8 X 12 meter yang dilengkapi dengan tempat wudhu yang masih berupa kolam. Tempat wudhu tanah ini berdiri di atas tumpukan karang yang berdiri setinggi 2 meter.

Di samping itu, masih ada peninggalan-peninggalan kedatangan umat muslim pertama di Bali dengan ditunjukkan adanya sebidang kuburan seluas 2200 meter persegi yang berada tak jauh dari masjid. Nisan-nisan di dalam kuburan ini terbuat dari batu karang laut yang dipahat dengan huruf arab dan berangka tahun 1332-1334.

Kini, Masjid Agung Asasuttaqwa sudah banyak mengalami perubahan dan renovasi dari bentuk aslinya. Salah satu masjid terbesar di Bali ini mampu menampung sekitar 1632 jamaah.

Saat Ramadan tiba, berbagai kegiatan meramaikan masjid ini.


Jumat, 21 Juli 2017

Masjid Amirul Mukminin, Masjid Terapung Pertama di Indonesia





Jika Lombok punya villa terapung, maka Makassar pun punya sebuah masjid yang terapung di tengah air. Adalah Masjid 99 Al Makazzary atau Masjid Amirul Mukminin yang merupakan masjid terapung pertama yang ada di Indonesia yang berada tepat di timur laut Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
Masjid ini dibangun karena gagasan walikota makassar yang ingin memperkaya khasanah landmark Kota Makassar dan wisata religius di kota ini. Walau konsepnya sederhana namun luar biasa, dimana perpaduan antara wisata berupa pemandangan dan aspek religius dikemas menjadi sebuah momen yang indah. Bayangkan di saat Anda sedang menunggu shalat Magrib, sunset menemani anda dengan pemandangan yang indah.
Keunikan Masjid Amirul Mukminin
Nama Masjid yang dapat menampung sekitar 500-an jemaah ini melambangkan Asmaul Husana. Al Makazzary sendiri melambangkan salah seorang imam besar Masjidil Haram Syekh Yusuf. Melihat ukurannya tentu terbayang masjid ini pastilah  mempunyai beberapa lantai.

Benar saja, Masjid 99 Al Makazzary ini berlantai tiga yang ditopang oleh 164 tiang pancang dan mempunyai luas 1.683 m2. Untuk lantai teras yang berada tepat di bawah kubah banyak digunakan warga untuk melakukan kegiatan rekreasi, semisal melihat sunset di Pantai Losari.

Lantai paling atas masjid merupakan tempat khusus bagi para pengunjung yang ingin melaksanakan shalat sendiri yang lebih khusuk. Lantai kedua dari masjid dipergunakan khusus untuk jemaah wanita dan lantai bawahnya untuk shalat jemaah pria. Di lantai bawah itu juga terdapat tempat wudhu pria yang berada di sebelah kanan, sementara untuk para wanita berada di sebelah kiri masjid.
Selain itu, masjid ini juga terdapat kubah berdiameter sembilan meter yang dibawahnya pengunjung dapat menggunakannya sebagai tempat bersantai. Pengunjung pun dapat naik ke atas kubah yang melalui dua tangga samping yang mengelilingi masjid.

Lokasi Masjid Amirul Mukminin
Ada dua jalur untuk menuju ke masjid yang mulai dibangun sejak 8 Mei 2009 ini. Jalur utama bisa di tempuh dari sebelah timur masjid, satu jalur lainnya berada di sebelah selatan masjid. Hingga saat ini, masjid itu masih terus dilakukan perbaikan.
Meski pembangunan masih berlangsung, masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan Masjid Amirul Mukminin sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makanan khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah.
Bagikan informasi tentang Masjid Amirul Mukminin, Masjid Terapung Pertama di Indonesia kepada teman atau kerabat Anda.

KARPET MASJID TEBAL CUSTOM DESIGN

KARPET MASJID TEBAL CUSTOM DESIGN Karpet Masjid  Handmade ini kami produksi sendiri dengan bahan berkualitas dan diproses secara profess...